niat

Assalamualaikum wr wb,

Saya mau menanyakan apakah kalau kita memberi sedekah harus dengan niat yang diucapkan atau niat cukup di hati saja? Malah terkadang saya lupa tidak pakai niat; suka memberi saja tanpa ada ijab apa-apa. Apakah diterima sedekah saya. tks

Jawaban

Assalamu alaikum wr wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Wasshalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi ajmain. Wa ba’du:

Rasul saw bersabda, “Setiap amal terwujud dengan niat. Dan setiap orang mendapat (ganjaran) sesuai dengan niatnya…” (HR Bukhari Muslim). Karena itu agar amal diterima oleh Allah harus disertai dengan niat yang baik yang diridhai oleh Allah.

Termasuk di dalamnya ketika mengeluarkan sedekah. Bila yang dikeluarkan adalah sedekah wajib (zakat) maka keberadaan niat menjadi wajib.  Karena itu, bila seseorang mengeluarkan zakat mal atau zakat fitrah tanpa disertai niat, maka zakatnya menjadi tidak sah.

Imam an-Nawawi menyebutkan dalam al-Majmu (6/158) bahwa zakat tidak sah tanpa niat. Inilah yang menjadi pandangan Imam Malik, Abu hanifah, ats-Tsauri, Ahmad, Daud, dan jumhur ulama, berdasarkan sabda Nabi saw, “Amal hanya terwujud dengan niat…”

Demikian pula bila yang dikeluarkan adalah sedekah sunnah, ia juga membutuhkan niat. Namun yang perlu dipahami bahwa niat tak harus terucap oleh lisan. Sebab, tempat niat adalah hati. Karena itu, bila seseorang merasa iba dengan kondisi seseorang lalu hatinya terdorong untuk memberikan sesuatu kepadanya, maka ini sudah termasuk niat  dan karenanya bisa disebut sebagai sedekah. Jadi, perasaan iba dan kasihan yang mendorong seseorang untuk memberikan sebuah kebaikan sudah termasuk kategori niat. Hanya saja bila hal itu dipertegas dengan niat sedekah dan niat mengharap ridha Allah, tentu pahalanya lebih besar. (lihat Qs an-Nisa: 114).

Wallahu a’lam

Wassalamu alaikum wr wb

sumber: syariah online