Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr.wb.

Bagaimana hukumnya jika saya sudah terlanjut niat puasa syawal dahulu dan sudah selesai menjalankannya. dan setelah itu saya lanjutkan dengan puasa qadla. Apakah puasa syawal saya itu tidak mendapatkan pahala (seperti puasa selama 1 tahun)?
(Murni)

Jawaban:

wa’alaikum salam wr.wb.
ba’da tahmid wa shalawat

ada beberapa pendapat tentang hal ini.
1. ada yang mengatakan HARUS mendahulukan puasa qadha baru kemudian melakukan puasa syawal. logikanya dibangun dari penafsiran terhadap hadis, “Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.” (HR. Muslim, Turmudzi, Ahmad, dan yang lainnya). Hal ini dimaknai bahwa orang yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan belum dianggap selesai melakukan puasa Ramadhan sehingga belum boleh melakukan puasa syawal.

2. ada yang mengatakan SEBAIKNYA mendahulukan puasa qadha baru kemudian melakukan puasa syawal. Logika ini dibangun berdasarkan hadits “Hutang kepada Allah lebih wajib untuk dilunasi”. Juga diibaratkan seperti shalat fardu dengan shalat sunah ba’da shalat fardu, sementara puasa sunah sya’ban seperti shalat sunah qabliyah shalat fardu.

3. ada pula yang mengatakan BOLEH mendahulukan puasa syawal baru kemudian melakukan puasa qadha. Logika ini didasarkan pada keumuman ayat, “Maka (hutang tersebut) diganti di hari-hari yang lain, ” (QS al-Baqarah: 184). Artinya puasa qadha memiliki batasan penyelesaian yang panjang, yaitu sampai sebelum Ramadhan tahun berikutnya, sehingga masih bisa dilakukan diwaktu yang lain. Sementara puasa syawal hanya bisa dilakukan dibulan syawal sehingga tidak mengapa dilakukan terlebih dahulu.

Dari semua pendapat di atas penulis lebih condong untuk lebih baik dan berhati-hati dengan memilih melakukan puasa qadha terlebih dahulu tetapi pilihan pendapat ini tidak sampai jatuh pada hukum wajib sehingga jika melakukan puasa syawal terlebih dahulu juga tidak mengapa, dan insya Allah tetap berpahala seperti janji Allah SWT pada hadits di atas.

Yang harus dihindari adalah menunda-nunda pembayaran hutang puasa Ramadhan sehingga tidak terbayar sampai datang Ramadhan berikutnya. Dan yang harus diingat adalah bahwa puasa syawal dan puasa selain puasa Ramadhan, nadzar & kifarat, berhukum sunah saja bukan wajib.

yogyakarta, syawal 1432 H
Abu Abdullah