pertanyaan:
Saya pernah membaca suatu tulisan ; Jika seorang suami mengatakan kepada istri “punggungmu sama dengan ibuku” dengan maksud menyamakan kedudukan dengan ibunya, maka istri HARAM digauli.

Jika seorang suami tidak mengetahui dalil itu dan istri mengetahui, kemudian suami mengatakan kepada istri “sifat dan perilaku kamu mirip dengan ibuku”, Apakah Istri tetap HARAM digauli ? Apakah dalil diatas termasuk TALAK buat istri ?

(Uly)

jawaban:
1. hukum itu tidak berlaku bagi yang tidak tahu. pada surat Al-Ahzab ayat 5, Alloh SWT berfirman :

وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُـوْلَ اللَّهِ قَالَ: “إنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّـتِيْ الْخَـطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ”
حَدِيثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالْبَيْهَقِيّ وَغَيْرُهُمَا

“Diriwayatkan dari Ibnu Abas radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah mengampuni untukku dari umatku; (yaitu karena) salah, lupa dan dipaksa.” (Hadits hasan, riwayat Ibnu Majah, al-Baihaqi dan selainnya)

jadi, kalau suami mengatakan hal tersebut benar-benar karena tidak tahu, semoga Alloh memaafkan.

2. Dalam hal ini istri yang mengetahui hukumnya, di sisi lain ia pihak obyek, maka ia wajib mengingatkan suaminya bahwa perkataan tersebut bisa berbahaya bagii kalangsungan rumah tanggannya, karena ucapan itu bisa memisahkan keduanya

adapun setelah disampaikan, suami tetep kekeh, maka jatuhlah talak zhihar.

(ustadz Muhammad Abdulloh Sholihun – yogya)