Pertanyaan:

2010/10/10 at 19:36
ustadz, saya mau tanya…
Sampai saat ini saya masih bingung tentang dibacanya doa qunut saat sholat subuh, apakah doa qunut itu sebaiknya di ucapkan pa tidak? (rachman)

Jawaban:

October 23 at 5:34am
assalamu’alaikum wr.wb.

memang permasalahan qunut atau tidak dalam sholat shubuh,adalah masalah khilafiyah yg tidak akan tuntas, jd silakan memilih mana yg kita yakini…

ulama salaf seperti imam Asy-Syafi’i, berpendapat doa qunut pada shalat shubuh adalah sunnah.

berlandaskan hadits2 misalnya

Dari Anas bin Malik ra. berkata bahwa Nabi SAW melakukan qunut selama sebulan untuk mendoakan kebinasaan arab, kemudian beliau meninggalkannya. (HR Muttaqfaq ‘alaihi)

مَا زَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يَقْنُتُ فِيْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

“Terus-menerus Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa a lihi wa sallam qunut pada sholat Shubuh sampai beliau meninggalkan dunia”.
(hr ahmad)

Jelaslah dari uraian diatas bahwa seluruh dalil-dalil yang dipakai oleh pendapat pertama adalah hadits yang lemah dan tidak bisa dikuatkan.

sementara dari golongan ulama2 lain diantaranya kalangan hanafiyah
menyatakan bahwa qunut diwaktu shubuh terus-menerus adlah bid’ah, pertama karena dalil diatas tidak kuat atau ada lemah bebrapa jalur sanadnya,
ataupun kalau pun ada dalil yg shohih, itu tidak bisa dijadikan dalil akan disunnahkannya qunut subuh secara terus-menerus,
karena ada hadits lain yg bertentangan

hadits Anas bin Malik :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ كَانَ لاَ يَقْنُتُ إِلاَّ إِذَا دَعَا لِقَوْمٍ أَوْ عَلَى قَوْمٍ

“Sesungguhnya Nabi shollallahu ‘alaihi wa a lihi wa sallam tidak melakukan qunut kecuali bila beliau berdo’a untuk (kebaikan) suatu kaum atau berdo’a (kejelekan atas suatu kaum)” . Dikeluarkan oleh Ibnu Khuzaimah

Abu Hurairah, beliau berkata :

وَاللهِ لَأَقْرَبَنَّ بِكُمْ صَلاَةَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ يَقْنُتُ فِي الظُّهْرِ وَالْعِشَاءِ الْآخِرَةِ وَصَلاَةِ الْصُبْحِ وَيَدْعُوْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَيَلْعَنُ الْكُفَّارَ.

Dari Abi Hurairah radliyallahu `anhu beliau berkata : “Demi Allah, sungguh saya akan mendekatkan untuk kalian cara shalat Rasulullah shallallahu `alaihi wa alihi wa sallam. Maka Abu Hurairah melakukan qunut pada shalat Dhuhur, Isya’ dan Shubuh. Beliau mendoakan kebaikan untuk kaum mukminin dan memintakan laknat untuk orang-orang kafir”(hr bukhori-muslim)

dan kedua pendapat tsb baik qunut ataupun tidak sama mengeluarkan banyak dalil lain..

jadi memang tinggal kita memilih mana yg kita rasakan lebih kuat penjelasannya… inilah pentingnya mengikuti pengajian sehingga kita bs bertanya jawab dengan detil tentang hal-hal spt ini kepada ustadz yg kita percayai kefaqihan ilmunya dan akhlaqnya.. (ustadz Ismeidas Makfiansah – Jakarta)