TIDAKLAH CUKUP KITA HANYA SEBAGAI JURAGAN KESTURI YANG HANYA TERCIUM WANGINYA, TAPI JUGA MUSTI MANIS RASANYA, LEMBUT SIKAP DAN AKHLANYA, KEMUDIAN BERBARIS RAPIH JADI KHOYRO UMMAH UKHRIJAT LINNAAS, DG STRATEGI DAN TAHAPAN DAKWAH YANG JELAS DAN TERUKUR, MA’AFKAN YANG BAU TERASI, MOHONKAN AMPUN ORANG YANG JAHIL, KEMUDIAN AJAK SEMUA PIHAK TERKAIT MUSYAWARAH DENGAN DAMAI DAN KONSTRUKTIF GAPAI FATHAN MUBIYNA SEPERTI SHULHUL HUDAYBIYYAH WALAU TERASA DAN TERLIHAT PAHIT.
LIHAT Akhlak dan beberapa sifat nabi Muhammad s.a.w. QS. 3:159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[246]. Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

LIHAT JUGA Kelebihan umat islam dari umat yang lain

QS.3:110. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

DAN ALHAMDULILLAH KAMI TELAH MASUK KAMPUNG2, KAMPUS2, FB, TWITER, PARLEMEN, IKUT PILKADA BAHKAN PILPRES….
DAN ALHAMDULILLAH YANG DITUNTUT USAHA DAN KERJA KERAS, NIYYAT IKHLASH, STRATEGI YANG CERDAS, DAKWAH YANG JELAS DENGAN WAKTU DAN MEDAN YANG TAK TERBATAS SEMOGA ISTIQOMAH HINGGA TUNTAS

KAMI MEMANG TAK LEBIH DARI SYU’AIB
LIHAT QS.11:91. Mereka berkata: “Hai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami.”
92. Syu’aib menjawab: “Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan.”

Ustadz Nashir Harits, Lc. – Yogya